Rabu, 25 Mei 2016

Bingkisan Kalbu untuk ayah (3)

Ayah…
Kini putera kecil kebanggaanmu ini telah dewasa. Kini aku tepati beberapa janji untukkmu. Kini aku menjadi pelayan publik ayah. Seperti keinginanmu, kelak aku harus membantu orang lain. Semoga dengan pilihan dan kesempatan ini, aku bisa memenuhi permintaanmu.
Ayah…
Kini usiamu akan masuk 64 tahun. Sejak 2012 ayah berjuang melawan penyakit . Terkadang kami harus menahan rasa sedih di depan ayah karena kami malu untuk menagis. Ayah terimalah penghasilan pertamaku. Ini hanya sebagian kecil yang tak dapat kubalas dari jasamu.
Ayah…
Aku tau ayah lelah, ayah capek bahkan ayah ingin keluar rumah untuk hanya sekedar jalan-jalan. Ayah maafkan aku, ini adalah pilihan. Aku memilih pekerjaan yang jauh dari rumah. Aku tidak bisa selalu mendampingi ibu untuk merawat ayah. Ibu maafkan aku yang tidak menemanimu selalu menjaga ayah. Ibu jangan lelah, ibu harus kuat dan jangan pernah mengeluh bahkan kesal dengan semua cobaan ini. Ibu harus selalu bersyukur bisa diberi kesempatan merawat ayah. Percayalah Tuhan pasti punya rencana hebat buat keluarga kecil kita.
Ayah…

Terkadang ayah lupa nama kami, terkadang ayah melakukan hal aneh yang diluar prediksi kami. Tapi ayah, kami akan tetap setia menjaga ayah. Kami ikhlas ayah, dalam doa, kami selalu berharap atas kesembuhan ayah. Terimakasih Tuhan, Engkau permudah untukku memperoleh pekerjaan, dan Engkau dekatkan aku dengan perkerjaan mulia yang di dambakan ayah. Semoga aku bisa amanah menjalankan tugas ini, sekali lagi terimakasih ya Allah atas nikmat dan karuniamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar