Ayah…
Kini putera
kecil kebanggaanmu ini telah dewasa. Kini aku tepati beberapa janji untukkmu.
Kini aku menjadi pelayan publik ayah. Seperti keinginanmu, kelak aku harus
membantu orang lain. Semoga dengan pilihan dan kesempatan ini, aku bisa
memenuhi permintaanmu.
Ayah…
Kini usiamu
akan masuk 64 tahun. Sejak 2012 ayah berjuang melawan penyakit . Terkadang kami
harus menahan rasa sedih di depan ayah karena kami malu untuk menagis. Ayah
terimalah penghasilan pertamaku. Ini hanya sebagian kecil yang tak dapat kubalas
dari jasamu.
Ayah…
Aku tau ayah
lelah, ayah capek bahkan ayah ingin keluar rumah untuk hanya sekedar
jalan-jalan. Ayah maafkan aku, ini adalah pilihan. Aku memilih pekerjaan yang
jauh dari rumah. Aku tidak bisa selalu mendampingi ibu untuk merawat ayah. Ibu maafkan
aku yang tidak menemanimu selalu menjaga ayah. Ibu jangan lelah, ibu harus kuat
dan jangan pernah mengeluh bahkan kesal dengan semua cobaan ini. Ibu harus selalu
bersyukur bisa diberi kesempatan merawat ayah. Percayalah Tuhan pasti punya
rencana hebat buat keluarga
kecil kita.
Ayah…
Terkadang
ayah lupa nama kami, terkadang ayah melakukan hal aneh yang diluar prediksi
kami. Tapi ayah, kami akan tetap setia menjaga ayah. Kami ikhlas ayah, dalam
doa, kami selalu berharap atas kesembuhan ayah. Terimakasih Tuhan, Engkau
permudah untukku memperoleh
pekerjaan, dan Engkau dekatkan aku dengan perkerjaan mulia yang di dambakan
ayah. Semoga aku bisa amanah menjalankan tugas ini, sekali lagi terimakasih ya Allah atas nikmat dan
karuniamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar